Tren Dry Garden 2026: Solusi Taman Cantik Tanpa Ribet Siram
Apakah Anda tipe orang yang berangkat kerja saat matahari belum terbit dan pulang saat sudah gelap? Jika iya, impian memiliki taman hijau rimbun mungkin terasa mustahil karena tidak punya waktu untuk menyiram.
Tapi tunggu dulu. Dry Garden (Taman Kering) adalah jawaban untuk gaya hidup urban yang sibuk. Konsep ini meminimalkan unsur tanah dan rumput, menggantinya dengan bebatuan koral (ampyangan) yang estetik.
Kenapa Dry Garden Semakin Populer?
- Minim Perawatan (Low Maintenance): Tidak perlu potong rumput bulanan. Tidak perlu siram setiap hari. Cocok untuk Anda yang sering traveling.
- Bebas Becek: Karena permukaannya tertutup batu koral, teras Anda tetap bersih meskipun hujan deras.
- Cocok untuk Lahan Sempit: Seperti yang kami bahas di artikel Ide Taman Lahan Sempit, Dry Garden memberikan ilusi ruang yang lebih luas dan bersih.
Komponen Utama Taman Kering
1. Batu Koral (Gravel): Didominasi warna putih (Kupang) atau hitam (Alor). Berfungsi sebagai penutup tanah (ground cover).
2. Tanaman Tangguh: Pilih tanaman yang "tahan banting" seperti Kaktus Koboi, Siklok, atau Pandan Bali. Mereka menyimpan cadangan air sendiri.
3. Hardscape: Penambahan batu kali besar atau stepping stone (pijakan kaki). Cek estimasi harga batuan ini di Rincian Biaya Taman.
Bisa Indoor? Sangat Bisa!
Dry garden sangat populer untuk area Void dalam rumah atau area bawah tangga. Cukup tambahkan lampu sorot (spotlight) warm white, suasana rumah Anda langsung berubah seperti Cafe kekinian.
Ingin Rumah Aesthetic Tanpa Capek?
Ubah teras gersang Anda menjadi Dry Garden modern minggu ini.
Konsultasi Dry Garden